Heavenly Sawarna

Perencanaan yang dadakan dan persiapan yang sederhana tak mengurungkan niat saya untuk tetap berangkat bersama beberapa teman untuk menyambangi “Heavenly Sawarna” kalau kata orang-orang sih gitu. Lokasi Pantai Sawarna yang terletak di selatan provinsi Banten ini sangat memukau penampakan pantai dan kondisi alam sekitarnya. Pertama kali menyebut kata Sawarna, beberapa orang sekitar saya ada yang mengira itu pantai di Bali, Yogyakarta, dan Lombok. Hehe… Salah.

Sebelum saya ceritakan lebih lanjut pengalaman berkunjung ke pantai Sawarna ini, saya akan tunjukkan posisi pantai Sawarna kalau dilihat dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Image

Image
photo by: Andiwenas

Nah, sudah kebayang kan posisi Pantai Sawarna ini ada di sebelah mana kotamu?

Jadilah, saya dan 6 orang teman kantor berencana menghabiskan libur akhir pekan kali ini ke pantai Sawarna dengan berkendara sepeda motor yang khusus atau biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau biasa kita sebut motor khusus untuk touring. Berangkat dari Jakarta hari Jum’at tanggal 7 Juni sekitar jam 9 malam. Mengapa kami memilih perjalanan malam? Selain menghindari macet, kami juga harus tetap menunaikan kewajiban kami sebagai pekerja kantoran, apalagi saya yang harus menjalani Ujian Akhir Semester dulu. (Maklum, anak kuliahan juga soalnya… hehe… )

Berangkatlah kami menggunakan 4 motor melalui jalur Depok – Bogor – Sukabumi – Lebak – Bayah, Banten Selatan. Perjalanan malam yang terasa sangat panjang menurut saya, karena kami sampai di lokasi jam 9 pagi keesokan harinya. Selama perjalanan menuju kesana, kami sempat berhenti di beberapa rest area guna melepaskan lelah sejenak sambil ngopi-ngopi dulu.

Jika berniat ke pantai Sawarna menggunakan sepeda motor, saya sarankan menggunakan sepeda motor khusus untuk touring. Kondisi jalan yang rusak setelah memasuki wilayah Bayah sangat berbahaya jika kita menggunakan kendaraan semisal sepeda motor bebek standard, motor dengan mesin matic, mobil dengan kondisi ban ceper pun tidak saya sarankan untuk digunakan kesana. Struktur jalanannya pun turun-naik seperti sedang naik kora-kora di Dufan. Tentu bisa dibayangkan bagaimana jantung yang ikut naik-turun juga…

Tadaaaa…. Akhirnya sampai juga di Desa Sawarna. Eiits… Dari gapura utama Desa Sawarna ini, kita harus melewati kali yang dilalui aliran sungai yang sangat deras. Bagaimana melewatinya? Ini yang jadi persoalan. Kita harus masuk ke Desa Sawarna menggunakan jembatan kayu yang disambung dengan tali tambang besar-besar. Jembatan ini hanya bisa dilalui pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor saja. Dan aturannya, hanya bisa satu sepeda atau sepeda motor saja yang bisa melewatinya. Artinya, kita harus bergantian untuk melalui jembatan itu.

Menunggu antrian unuk melewati jembatan.
Menunggu antrian unuk melewati jembatan
Pintu Masuk Desa Sawarna melalu Jembatan ini.
Pintu Masuk Desa Sawarna melalu Jembatan ini

Setelah berhasil melewati jembatan setapak itu, akhirnya kami memasuki wilayah desa Sawarna yang juga tidak memiliki jalan besar. Jalannya hanya diperuntukkan pejalan kaki, sepeda dan sepeda motor saja. Jika pengunjung membawa mobil atau bis pariwisata, biasanya diparkir di area parkir di luar desa yang memang khusus disediakan oleh warga setempat. Oiya, masuk ke desa Sawarna ini kita harus membayar tiket masuk per orang seharga 5.000 rupiah saja.

Pemukiman desa Sawarna ini sepertinya belum terlalu padat. Rumah-rumah warga setempat banyak yang dijadikan home stay untuk disewakan ke para pengunjung. Namun kami tidak memilih untuk menyewa home stay ini. Kami terus masuk kearah pantai. Jika dipetakan, di desa Sawarna ini area pemukiman hanya di depan saja. Area tengah desa digunakan warga setempat untuk bercocok tanam dan ujung desa ini adalah pantai yang kita sebut, pantai Sawarna ini.

Pasir putih yang terdapat di pantai inilah yang menurut saya sangat menarik. Tak kalah indah dengan pantai-pantai di Bali, Lombok, dan di beberapa wilayah Indonesia lainnya, ini merupakan lokasi yang patut kamu kunjungi segera. Tempat wisata yang masih belum terjamah ini, sangat membuat kita yang ingin melepaskan penat perkotaan sangat manjur. Pengunjungnya pun tidak banyak, padahal hari itu saya termasuk di pekan libur panjang, lho. Bisa dibayangkan di hari-hari akhir pekan biasa, pasti lebih sedikit pengunjungnya.

Tiba di Sawarna langsung mejeng ^^
Tiba di Sawarna langsung mejeng ^^

Pantai Sawarna yang menyuguhi keindahan laut dan alam sekitarnya ini ternyata mempunyai banyak spot untuk kita kunjungi selain pantainya itu sendiri. Jika kamu tidak malas, kamu bisa berjalan ke arah timur pantai dimana terdapat Kebun Pari yang mungkin dulunya banyak ikan pari, tapi saya sayangnya tidak menemui itu. Disana terdapat hamparan karang yang banyak digenangi air dan terdapat ikan-ikan serta bintang laut yang bersembungi diantara karang yang digenangi air tersebut.

IMG_20130610_012124
Kebun Pari, Pantai Sawarna, Banten
Bintang Laut yang bersembunyi di air yang menggenang di karang-karang.
Bintang Laut yang bersembunyi di air yang menggenang di karang-karang

 

 

 

 

Lanjut lagi perjalanan saya menuju Tanjung Layar. Kita akan disuguhi oleh dua tebing tinggi yang sangat kokoh diterjang ombak luat Sawarna. Disebelah kanan kiri dua tebing itu ada pagar terbuat dari batu, entah itu karang juga atau bukan, jadi setiap ada ombak yang menghantam pagar batu tersebut, akan menghasilkan benturan hebat yang mengakbitkan air laut menyembur tinggi. Melihat ini, saya seperti sedang ada di kolam renang besar dengan arena yang bisa membuat ombak buatan dan menyemburkan hujan air dengan jumlah yang sangat besar. Keren bangeeeeeet…

Tanjung Layar, Dua tebing yang kokoh.
Tanjung Layar, Dua tebing yang kokoh
Tanjung Layar.
Tanjung Layar
Pagar Batu yang ada di sebelah kanan tebing. Dihantam ombak namun tetap kokoh.
Pagar Batu yang ada di sebelah kanan tebing. Dihantam ombak namun tetap kokoh

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah dari Tanjung Layar, kita beranjak ke Goa. Tidak jauh dari lokasi Tanjung Layar, tetapi karena hari sudah semakin gelap, saya tidak bisa mengambil foto karena gambarnya gelap. (kamera ponsel saya pun tidak mendukung sepertinya. hehe… )

Kami kembali ke pantai dan bermalam di Saung milik Pak Asep yang berada tepat di pinggir pantai. Harga per saung sangat murah menurut saya, semalamnya kami dikenakan seharga 70.000 rupiah saja. Saung itupun bisa berisi maksimal 3 orang dewasa. Murah kan? =D Oiya, jangan lupa malamnya kamu juga bisa meminta bantuan Pak Asep untuk membuuat api unggun. Wah… Makin seru deh!

Pak Asep sedang membuat Api Unggun.
Pak Asep sedang membuat api unggun
Saung Pak Asep, Pantai Sawarna, Banten.
Saung Pak Asep, Pantai Sawarna, Banten

Kamu juga bisa menghemat biaya dengan membawa tenda dan bisa dipasang di area pinggit pantai yang sangat nyaman.

Makin penasaran kan? Yuk, segera singgahi pantai Sawarna ini. Apabila kamu hobi surfing, pantai ini sangat high recommended, lho. Soalnya banyak bule kece surfing di sana…

Oiya, ini saya share juga beberapa dokumentasi wisata saya di sana. Selamat menikmati.

IMG_20130609_111033
IMG_20130610_011130 IMG_20130610_011211
IMG_20130610_011721
IMG_20130610_011817 IMG_20130610_012544 IMG_20130610_012619 IMG_20130610_125232

15 Juni 2013

Iklan

Ada Tapi Yang Tak Usai

Senja semakin menguning. Entah mau melanjutkan tugas-tugas ini atau tidak, Shandy tampak ogah-ogahan mengerjakannya. Tugas kantor yang menumpuk beberapa hari ini akibat salah satu rekan editornya mendadak mengundurkan diri dari tempat dimana ia bekerja saat ini. Sebuah perusahaan penerbitan buku yang tidak teramat besar, tapi cukup berpenghasilan untuk menafkahi para karyawannya yang masih setia bertahan.

Tiba-tiba Shandy melirik kearah jendela kaca sebelah kanannya. Ia mengernyitkan dahi, langit sore kali ini cukup tak bersahabat baginya yang ingin melanjutkan perjalanan pulangnya menuju kampus. Sebagai mahasiswa yang juga seorang pegawai adalah hal sulit untuknya membagi fokus dan waktu jika keduanya sama-sama penting. Take it or leave it. Sekali mengambil keputusan, apapun resikonya, ya mesti dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Sekeliling ruang kantor pun sudah sepi, hanya saja ada beberapa yang masih tinggal karena memang menunggu jam-jam macet usai. Jakarta kalau tanpa macet ya kurang afdol. Hanya pada saat hari-hari besar saja Jakarta menjadi dirinya sendiri. Menjadi bebas bernapas yang sebelumnya sudah sesak dengan kepulan asap knalpot dari beragam jenis kendaraan.

Hidup sebagai bagian dari para perantau di Ibukota ini, menjadikan Shandy sebagai sosok pribadi yang mandiri. Ia sangat solitaire. Hampir seluruh pelosok Jakarta ia sambangi. Sampai-sampai beberapa teman menyebutnya ‘Peta Hidup’. Bagaimana tidak, ketika kamu berencana pergi ke suatu tempat di Jakarta tapi bingung mau lewat mana, langsung saja hubungi Shandy, dijamin deh kamu akan mendapat berbagai jalur alternatif menuju tempat tujuanmu.

Berkas-berkas diatas meja kerja pun sudah dirapikan, earphone sudah bertengger di telinga Shandy. Ia memutuskan untuk bergegas ke kampus yang hanya beberapa kilometer dari kantornya itu. Kantor, kampus dan kos-kosan Shandy masing-masing berdekatan. Ia sengaja memilih lokasi ketiganya yang saling berdekatan. Biar gak capek, katanya. Pegawai yang juga ‘nyambi’ kuliah di tempat ia bekerja bisa dibilang cukup banyak. Jadi jangan heran kalau sedang musim UTS, UAS dan Skripsi banyak dari pegawai di kantor ini pulang beberapa jam lebih awal sampai-sampai ada yang minta izin cuti kantor lantaran mata kuliah yang diujikan cukup menguras perhatian. “Kuli oh Kuli…” adalah ungkapan yang sering Shandy ucapkan kala ia sedang merasa dibawah tekanan antara tugas kantor yang menumpuk dan jadwal ujian yang menghimpit waktu belajarnya.

“Hai, Shan… Kemane lo? Nguli?”, tegur Alex sambil mengaduk secangkir kopi yang dibawanya dari pantry.

“Yoi, Lex. Maklumlah… Mr. Busy… Hehe…”jawab Shandy sambil berjalan menuju pintu keluar ruangan staff redaksi.

Shandy tiba-tiba berhenti tepat beberapa langkah menuju pintu keluar. Matanya mengitari seluruh pojok ruangan. Ada Mbak Andin sang sekretaris senior sedang asyik telponan di meja kerjanya. Di sudut kiri ada beberapa anak magang sedang asyik cekikikan sambil melihat laptop salah satu dari mereka. Dan Alex. Alex masih menikmati kopi buatannya itu sambil diselingi aktivitasnya di laptop berwarna silver itu. Shandy berbalik menuju meja Alex.

“Lex. Emm… Soal di pestanya Ollie kemarin malam, sorry banget ya. Gw gak tahu kalau anak-anak sudah bikin skenario kayak gitu. Gw juga baru dijelasin tadi pagi sama Sonya dan Andre. Mereka juga minta maaf banget dan gak tahu kalau akhirnya malah bikin lo marah, gw marah.”, ungkap Shandy sambil berusaha duduk di kursi depan meja Alex. Mata Alex belum beranjak dari laptopnya. Seakan-akan berkata, “Yawda lo ngomong aja, gw dengerin kok.”

Shandy kikuk. Ia menunggu beberapa menit sampai Alex benar-benar mau menerima permintaan maafnya. Paling tidak, sekedar melihat kalau benar Shandy sudah meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Alex yang saat ini ada didepannya tak berbeda dengan Alex yang ia temui beberapa tahun lalu. Ketika Shandy pertama kali bekerja di penerbitan kecil ini. Alex yang tidak begitu suka memakai pakaian dengan warna mencolok tampak begitu dingin dengan kacamata yang tak selalu dikenakannya itu, tentu telah membuat Shandy yang bisa.dibilang anak junior disana merasa ada hal yang menarik dari diri Alex. Dimana wanita sekarang senang mengikuti tren iklan shampoo dengan model rambut panjang terurai, namun Alex, tampilan rambutnya sangat maskulin. Potongan rambut yang lurus dan pendek sangat menegaskan kalau Alex adalah sosok wanita yang beda.

“Done!”, seru Alex dengan wajah sumringah.

Entah apa yang ia kerjakan. Sepertinya begitu penting dan harus segera diselesaikan saat itu juga. Shandy tetap menatap gerak-gerik Alex yang beralih dari laptop dan mengambil secangkir kopi yang sepertinya sudah mulai dingin.

“Well, Shane. Gw santai aja kok. Lo gak perlu kayak terdakwa korupsi gitu dong. Hahaha… Gw juga udah dijelasin Sonya tadi pagi, tapi si Andre belum ketemu gw seharian ini. Yang pasti gw sih santai aja. Ya namanya juga nge-party gitu. Banyak hal yang bisa terjadi kok, Shane.”,

Alex menjelaskan ketidak keberatannya perihal kejadian memalukan di pesta ulang tahunnya Ollie. Shandy dibuat mabuk oleh teman-temannya dan dibuat satu permainan ‘Dare or Truth’. Kondisi Shandy yang mabuk, membuat ia memutuskan memilih ‘Dare’ dengan tantangan mengungkapkan cinta pada salah satu wanita yang hadir di acara tersebut. Sialnya, Shandy yang mabuk memilih Alex sebagai target tantangannya.

“Tapi, Lex…”, lanjut Shandy namun seperti ada yang ia ingin katakan namun sulit diungkapkan saat ini.

“Kenapa? Tapi kenapa, Shane?”, tanya Alex yang merasa agak aneh dengan perkataan Shandy yang tiba-tiba terhenti.

“Emm, gak jadi. Hehe.. ng… gw duluan ya…”, jawab Shandy dengan kikuknya.

Shandy beranjak dari kursi yang ia duduki di depan meja Alex, Dan ia pun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dengan wajah merah padam. Ia mengelus-elus dadanya. “Sabar Shane, belum saatnya…”, ujarnya pelan.

Alex mengernyitkan dahi dan cemberut. “Woy, ngegantung banget sih lo! Bikin PR aja!”, teriak Alex kearah Shandy yang makin hilang menjauhi ruangan staff redaksi.

Senja pun kembali dipeluk malam.

large

6 Juni 2013, di kamar berukuran 3 x 3m.

“Self Check Out Service” di Pasar Swalayan

Sebagai salah satu anggota dari HAKI (Himpunan Anak Kost Indonesia) setiap bulan yang saya lakukan tentu tidak jauh berbeda dengan para ibu-ibu rumah tangga. Saya harus menyempatkan waktu untuk mampir ke pasar swalayan untuk belanja kebutuhan selama satu bulan kedepan. Meski tidak serumit ibu-ibu rumah tangga yang sebenarnya, kebutuhan yang setiap bulannya saya belanjakan misalnya deterjen, sabun mandi, pasta gigi, shampoo dan beberapa barang ‘printilan’ seperti tissue dan sendok plastik (habis pakai, buang. =D ).

Well, dunia tempat kita tinggal saat ini sepertinya tidak bisa melepaskan diri dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ya. Mulai dari sektor pendidikan, bisnis, hingga sektor pemerintahan semua menggunakan teknologi ‘e’. Contohnya, e-learning untuk dunia pendidikan, e-commerce untuk sektor bisnis, dan e-government untuk sektor pemerintahan. Bahkan saat ini dunia perbukuan pun tak mau kalah dengan konsep e-book-nya itu. Mungkin beberapa tahun lagi akan kita temukan ‘e-anu’, ‘e-inu’, dan entah ‘e’ apalagi nantinya.

Suatu perkembangan teknologi dapat memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutama kaitannya di bidang pemasaran yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan atau badan usaha untuk mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang pemasaran dapat berupa dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa dampak negatif atau yang membuat kemunduran.

Salah satu dampak positif dari teknologi dalam kehidupan manusia, terutama di bidang pemasaran yakni proses penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu, dalam memasarkan produk harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan baru tersampaikan. Tetapi, pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi para penjual maupun pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat melihat produk. Karena dapat diakses melalui sebuah jaringan internet maupun situs – situs terkait.
Dampak positif yang lain dari perkembangan teknologi adalah proses transaksi yang dapat berlangsung secara cepat. Tidak perlu antri lama – lama di kmtor pos untuk mengirim maupun mengambil uang. Adanya fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satu sarana penunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa. Pengenalan produk barang dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik itu media elektronik maupun media cetak. Seperti televisi, pemasangan iklan lewat internet yang saat ini banyak beredar. Dan media cetak seperti koran, majalah, buletin. Merupakan bukti adanya dampak yang berpengaruh baik atau positif bagi teknologi yakni dibidang pemasaran. Perkembangan teknologi yang terus berkembang membuat massyarakat dalam menjalankan kehidupannya menjadi semakin maju dan tidak gagap teknologi. Artinya dapat mengikuti perubahan zaman yang terjadi yang ditandai dengan adanya perubahan dan pengembangan teknologi yang berproses secara bertahap.

Mesin Self Check Out Pertama

Mesin ini diciptakan oleh Dr. Howard Schneider, yang dipatenkan di USA No.5083638 dan 5.168961. Dr. Schneider menyebutnya mesin robot Self Check Out, artinya pelanggan dapat membayar barang belanjaannya sendiri dengan credit card melalui mesin ini, tanpa berhubungan lagi dengan kasir.

Perusahaan bernama Optimal Robotics  dibentuk oleh  Scheneider di garasinya,  sesuai dengan alamat yang  terdaftar di Sertifikat Patennya. Mesin ini menunjukkan hasil yang bagus di pasar swalayan Chopper di tahun 1990-an, kemudian melibatkan pasar swalayan Kroger, dan setelah itu diikuti oleh banyak pasar swalayan di seluruh Amerika Serikat, Canada, UK, dan Australia.

Teknologi Mesin Self  Check out ini pertama kali dibuat oleh Perusahaan Optimal Robotics go public di NASDAQ di tahun 1990-an dengan manajemen baru, lalu Dr. Schneider mengundurkan diri. Akhirnya perusaahan ini menjual teknologinya pada NCR dan Fujitsu. Setelah itu keluar dari bisinis mesin self check Out dan  mengganti namanya menjadi Optimal Group.

Proto type (contoh asli) mesin ini diperkenalkan oleh NCR  di tahun 1997. Pada tahun 2003, mesin-mesin otomatis ini  telah tersebar luas diseluruh dunia yang di-supply oleh NCR,Fujitsu/ICL dan IBM.

Pasar swalayan pertama yang memakai sistem self check out  adalah Price Chopper di Clifton Park, New York pada tahun 1992.

WalMart Self Check Out Service
WalMart Self Check Out Service

“Bagaimana jika si pelanggan tidak men-scan/membayar seluruh barang belanjaannya ?”

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk menggunakan mesin self check out ini, tentunya perusahaan tersebut juga telah menyiapkan hal-hal terburuk yang kemungkinan bisa terjadi. Misalnya, ketika ada pelanggan yang tidak menbayar seluruh barang yang dibelanjakan atau tidak men-scan seluruh barang belanjaannya, atau adanya kendala saat melakukan pembayaran misalnya terjadi kelebihan pembayaran yang tidak seharusnya.

Jika di Price Chopper di Clifton Park, New York, di sekitarnya dilengkapi kamera CCTV. Pasar swalayan ini pun dilengkapi pintu yang bersensor, dan berbunyi seketika bilamana  melacak barang-barang yang tidak terbayar. Dan anggota keamanan, merangkap greeter biasanya turun tangan cepat kalau alat itu berbunyi disampingnya.

Bagaimana dengan pasar swalayan di tempat kita? Sudahkah memenuhi paling tidak tiga hal utama diatas?

Kemungkinan pelanggan tidak membayar pasti ada, tetapi petugas kepolisian disana  yang setiap saat datang menjemput, memborgol, lalu membawa orang tersebut ke kantor polisi untuk diproses lebih lanjut dan mencatat perbuatan kriminalnya. Criminal record ini kelak amat menyusahkan siapa saja kalau  mencari kerja atau keperluan lainnya.

Oleh sebab itu jarang orang melakukan perbuatan ini, karena punishment yang didapat tidak sesuai dengan harga barang yang diselundupkan.

Nah, siapkah kita dengan sistem seperti ini? Tentu tidak hanya siap dari sisi si penyedia layanan, dalam hal ini pengelola Pasar Swalayan saja, namun kita sebagai pelanggan juga harus siap untuk beralih dari interaksi sosial dengan petugas kasir ke sebuah mesin yang sama interaktifnya.

We’re Not Broken Just Bent…

Pertama denger lagu ini darimana ya? Lupa. hehe… Saya seringkali melihat chart top 40 billboard dunia sebelum memulai aktivitas di kantor. Mengapa? Hanya sebagai mood booster saja untuk memulai hari. maka saya pilihlah bertamasya melihat deretan tangga lagu dunia tersebut. Mampirlah saya pada salah satu single dari penyanyi solo wanita asal Amerika Serikat, Pink. Siapa tak kenal dia? Diskografi nya pun tidak sedikit. Di tahun 2012 kemarin ia merilis album dengan tema ‘The Truth About Love’. sepertinya dalam album ini memang bertemakan cinta, melankolis, mempertanyakan sebuah cinta sejati. Kebenaran dan kepercayaan di dalam cinta yang sudah dirajut sekian lama. Ah! Lama-lama saya jadi ikutan melankolis nih…

Pnk-Just-Give-Me-A-Reason

Just Give Me a Reason

Just give me a reason

Just a little bit’s enough

Just a second we’re not broken just bent

And we can learn to love again

Duet yang tak hanya PAS dari materi vokal, musik dan lirik ini sangat mengganggu hari-hari saya dalam beberapa bulan terakhir. Bagaimana tidak? Lirik yang keren, dibuat seperti percakapan antara cewek dan cowok. Walaupun awalnya Pink hanya menyanyikan lagu ini sendiri, tapi ia merasa ini akan seru kalau dibuat seperti sebuah percakapan yang mengungkapkan pedapat dari masing-masing pihak. Lagu ini mengisahkan tentang hubungan percintaan yang semakin hambar. Dimulai dengan kalimat-kalimat sederhana seperti ‘Right from the start, you were a thief, you stole my heart, and i your willing victim.’ ini dibawakan Pink sangat ‘ngena’ banget. Ceritanya, si cewek (Pink) mengisahkan kembali awal mula pertemuan mereka berdua. Lanjut dengan cerita dari si cowok (Nate) yang sebenarnya ia pun tidak tahu mengapa ada keganjalan-keganjalan dalam hubungan mereka. Meski pernah ada peristiwa yang menyakitkan si cowok lantaran kebohongan-kebohongan yang dibuat oleh si cewek di masa lalu, ‘You used to lie so close to me’. (kalau gak salah maksudnya sih gitu… CMIIW)

Nah, siapakah Nate ruess?

Aaaaaaaaaaaaakkk… Maafkan ya kalau saya mulai pembahasan tentang Nate dengan teriakan histeris semacam itu. Entah bagaimana bisa, saya seperti terlena dengan duet ini. Duet Pink dan Nate ini telah membuat suasana baru bagi para penggemar musik mereka. Nathaniel Joseph “Nate” Ruess ialah seorang penyanyi dan juga penulis lagu asal Arizona dan juga seorang vokalis dari sebuah band Indie Pop bernama Fun. .  Jenis vokal yang unik membuat duet ini seperti saling mengisi, mengimbangi vokal Pink yang khas dengan jenis vokal Nate yang ringan seperti berada dalam mobil yang bisa bungee jumping.

Untuk video klipnya, kita bisa lihat ada beberapa scene yang dibuat guna menjelaskan arti dari lirik lagu ini. Adegan Pink dan Nate juga dibuat simple saja dengan posisi berhadap-hadapan. Malah Pink yang lebih dieksplorasi untuk beradegan dengan model cowok pendukung. Sumber dari behind the scene video “Just Give Me a Reaso’n ini, menyebutkan bahwa model cowoknya itu masih berusia 20 tahun lho. Wow… ^^

Pink-ft.-Nate-Ruess-Just-Give-Me-A-Reason-2013-1080p

Karena sebegitu populernya lagu ini di deretan tangga lagu di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa, lagu ini ternyata membuat musisi lain tergelitik untuk mengaransemen ulang lagu ini. Sampai-sampai salah satu finalis ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV Swasta nasional pun menyanyikan lagu ini. Meski begitu, banyak pula para musisi atau bahkan para penggemar dari kedua penyanyi ini pun turut mengaransemen ulang lagu ini, salah satunya Tiffani yang mengajak Trevor untuk tidak hanya mengaransemen ulang tetapi juga membuat video klipnya.

Senang sekali akhirnya bisa menuliskan apa yang saya suka disini. Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, mohon dimaklumi. Selamat mendengarkan… 😀

___

ISF, 4 Juni 2013.